Notes: Silakan saling berdiskusi dan menanggapi topik tersebut
Sistem akuntansi biaya pesanan adalah sistem akuntansi yang digunakan dalam perusahaan manufaktur yang melakukan kegiatan produksi atas dasar pesanan. Maksudnya ialah barang yang diproduksi itu bermacam-macam, tergantung kepada permintaan pemesannya. Para pemesan memberikan spesifikasi barang-barang yang dipesan itu. Perusahaan manufaktur harus menaatinya agar barang yang diproduksi itu dapat diterima oleh pemesannya. Contoh perusahaan semacam ini adalah perusahaan percetakan. Perusahaan ini dapat menerima berbagai pesanan seperti: membuat kartu undangan, kalender, buku, selebaran-selebaran dan sebagainya. Contoh lain adalah perusahaan cor besi yang dapat menerima berbagai pesanan berupa: mesin jahit, badan pompa air tangan, kerangka lampu gantungan atau hias, dan sebagainya.
Sistem akuntansi biaya proses digunakan oleh perusahaan yang mengolah bahan bakunya secara kontinu yang diproses mengalir dari departemen yang satu ke departemen berikutnya. Perusahaan seperti Pertamina, Indofood, Coca Cola dan sejenisnya menggunakan sistem biaya proses untuk menentukan biaya produksi mereka. Perusahaan seperti ini mengolah bahan baku dari satu bagian ke bagian lain, misalnya pada perusahaan minuman kaleng prosesnya dilakukan (1) mencampur bahan baku dengan air, (2) memasukkan campuran ke dalam kaleng, dan (3) membungkus kaleng dalam kotak karton. Dengan demikian biaya. produksi dikumpulkan per bagian (departemen) yaitu (1) bagian pencampuran (mixing), bagian pengisian (filling), dan bagian pengepakan (packaging).
Persamaan antara sistem biaya pesanan dan sistem biaya proses adalah sebagai berikut.
- Unsur biaya produksi. Kedua sistem biaya tersebut melacak ketiga elemen biaya produksi, yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja,dan biaya overhead pabrik.
- Pengumpulan biaya bahan, tenaga kerja langsung dan overhead pabrik. Dalam kedua sistem biaya, seluruh bahan baku di debet pada akun Persediaan Bahan Baku, seluruh upah pabrik di debet pada Upah Pabrik, dan seluruh overhead pabrik di debet pada Overhead Pabrik.
- Arus biaya. Seperti dijelaskan di atas, seluruh biaya produksi dikumpulkan dengan mendebet akun Sediaan Bahan Baku. Upah Pabrik. dan Overhead Pabrik. Biaya-biaya tersebut kemudian dibebankan pada akun Sediaan Barang Dalam Proses. Sediaan Barang Jadi dan Harga Pokok Penjualan baik pada sistem biaya pesanan maupun sistem biaya proses. Namun metode pembebanannya amat berbeda seperti akan dijelaskan pada bagian berikut ini.
Perbedaan antara sistem biaya pesanan dan sistem biaya proses.
- Jumlah akun barang dalam proses yang digunakan. Dalam sistem biaya pesanan hanya digunakan satu akun barang dalam proses, sedangkan dalam sistem biaya proses jumlah akun barang dalam proses disesuaikan dengan jumlah tahapan proses produksi. Untuk setiap tahap proses produksi disediakan satu akun barang dalam proses. Misalnya pada perusahaan tekstil yang tahapan produksinya tiga tahap (1) pemintalan kapas menjadi benang, (2) penenunan benang menjadi kain blacu, dan (3) pemutihan kain blacu menjadi kain mori, dapat disediakan tiga akun barang dalam proses yaitu (1) BDP Pintal, (2) BDP Tenun, dan (3) BDP Pemutihan.
- Dokumen yang digunakan untuk melacak biaya produksi. Dalam sistem biaya pesanan, biaya produksi dibebankan pada setiap pesanan dan diikhtisarkan dalam kartu biaya pesanan. Dalam sistem biaya proses. biaya produksi diikhtisarkan dalam laporan biaya produksi untuk setiap departemen.
- Saat biaya produk dijumlah. Dalam sistem biaya pesanan biaya produksi dihitung saat pesanan diselesaikan, sedangkan dalam sistem biaya proses biaya produksi dihitung pada saat akhir periode akuntansi, akhir bulan atau akhir tahun.
- Penghitungan biaya produksi per unit. Dalam sistem biaya pesanan. biaya produksi per unit dihitung dengan membagi total biaya produksi setiap pesanan dengan jumlah unit yang dihasilkan. Sedangkan dalam sistem biaya proses, biaya produksi per unit dihitung dengan membagi total biaya produksi per periode (bulan atau tahun) dengan jumlah unit yang dihasilkan dalam periode yang sama.
Menurut saya, gerai makanan hamburger bernama Okway yang akan didirikan oleh Bu Tari sebaiknya menerapkan sistem biaya proses karena Bu Tari akan memproduksi satu produk yakni Hamburger yang nantinya akan dijual dan sudah melalui pengelolahan bahan baku dari satu bagian ke bagian lain. Misalnya 1) pembuatan roti bun, 2) pembuatan ham/ daging olahan, 3) pengelolahan sayur-sayuran, 4) pembuatan saus, 5) proses mixing/penggabungan seluruh komponen, 6) packing.
Blocher (2014:286) berpendapat bahwa perhitungan biaya berdasarkan proses merupakan sistem perhitungan biaya produk yang mengakumulasikan biaya menurut proses atau departemen dan membebankannya sejumlah besar produk yang hampir serupa. Sedangkan menurut Mulyadi (2005:70) metode harga pokok proses merupakan metode pengumpulan biaya produksi yang digunakan oleh perusahaan yang memproduksi massa.
Proses produksi hamburger Okway melibatkan 3 bagian produksi yaitu bagian pembuatan bahan utama, pengelolahan saus, dan pengelolahan sayur pelengkap. Perhitungan harga pokok produksi diawali dengan perhitungan biaya produksi pada setiap bagian secara terpisah.
|
Keterangan |
Total Biaya (Rp) |
|
Biaya Bahan Baku |
Rp 2.500.000 |
|
Biaya Tenaga Kerja langsung |
Rp 1.000.000 |
|
Biaya overhead |
Rp 500.000 |
|
Total |
Rp 4.000.000 |
|
Rencana penjualanan (Jumlah Produksi) |
500 |
|
HPP hamburger Okway (Rp/Unit) |
Rp 8.000 |
Metode Process Costing
1. Menghitung biaya produksi masing-masing bagian produksi meliputi :
- Biaya Bahan Baku
- Biaya Tenaga Kerja langsung
- Biaya Overhead Pabrik (biaya bahan penolong, biaya penyusutan, biaya makan pegawai, biaya tenaga kerja tidak langsung, biaya listrik dan air, biaya BBM)
2. Menghitung unit ekuivalen produksi
3. Menghitung biaya per unit ekuivalen produksi
4. Menghitung biaya persediaan akhir barang daalam proses dan biyaa yang ditransfer ke bagian selanjutnya
Sumber:
1. Sugiarto. (2021). Pengantar Akuntansi. Universitas Terbuka: Tanggerang Selatan
2. Ikfina Fardati, Dr. Andarwati, SE., ME. PENERAPAN METODE PROCESS COSTING DALAM PENETAPAN HARGA POKOK PRODUKSI KENDANG JIMBE (Studi Pada Usaha Bubut Kayu UD. Cahaya Timur di Kota Blitar). Diakses melalui
https://jimfeb.ub.ac.id/index.php/jimfeb/article/download/4694/4121>

Komentar
Posting Komentar